Jumat, 06 September 2013

MAKALAH BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONIK TANAMAN BAYAM Amaranthus sp



BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONIK
TANAMAN BAYAM
Amaranthus sp












Disusun oleh :

1.     Fenny Febriani
2.     Fransisca Natalia
3.     Maya Septi Cahyani
4.     Tosa Kusmijiyanto
5.     Tri Apriliana
Kelas : XI IPA 2

SMA NEGERI 1 BANDAR SRIBHAWONO
LAMPUNG TIMUR
TAHUN AJARAN 2012/2013


Kata Pengantar
Assalamu’alaikum Wr.  Wb.

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, karunia, dan  hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Budidaya Tanaman Hidroponik Bayam (Amaranthus sp).
Harapan kami, semoga makalah Budidaya Tanaman Hidroponik Bayam (Amaranthus sp) ini dapat menjadi pedoman informasi mengenai budidaya tanaman secara hidroponik. Dan semoga makalah ini dapat diterima dengan baik dan dapat dimanfaatkan di kemudian hari.

Akhir kata, kami selaku penulis makalah ini menyadari bahwa makalah ini masih kurang. baik dari segi penulisan maupun materi cakupannya. Oleh sebab itu, kami selaku penulis makalah ini mengharapkan adanya kritik dan saran yang mendukung agar makalah ini dapat menjadi lebih baik lagi.

Semoga, makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, Aamiin...

Wassalamu’alaikum Wr.  Wb.






                                                                        Bandar Sribhawono, 30 Januari 2013
Penulis




                                                                        Kelompok  2















Daftar Isi
Halaman Sampul..................................................................................................... I
Kata Pengantar....................................................................................................... II
Daftar Isi............................................................................................................... III
Bab I Pendahuluan...................................................................................................
       Sejarah Perkembangan Hidroponik....................................................................
       Sejarah Perkembangan Tanaman Bayam...........................................................
       Sejarah Tanaman Bayam (Amaranthus sp)........................................................
       Jenis-jenis Tanaman Bayam .............................................................................
Bab II Isi...................................................................................................................
       Proses Persemaian/Pembibitan...........................................................................
              Alat dan Bahan...........................................................................................
              Langkah Kerja............................................................................................
       Proses Pindah Tanam/Penanaman......................................................................
              Alat dan Bahan...........................................................................................
              Langkah kerja.............................................................................................
       Proses Perawatan/Pemeliharaan.........................................................................
              Penyiraman.................................................................................................
              Pembubunan...............................................................................................
              Pemupukan.................................................................................................
              Penjarangan................................................................................................
              Pemangkasan..............................................................................................
              Pewiwilan...................................................................................................
              Pemasangan Alas Karung Goni...................................................................
              Penaungan..................................................................................................
              Pemasangan Benang Lanjaran....................................................................
              Pengajiran/Pelanjaran..................................................................................
              Pembersiahan.............................................................................................
              Penyulaman................................................................................................
              Pemberian ZPT...........................................................................................
              Pemberantasan Hampen.............................................................................
Bab III Penutup........................................................................................................
       Panen dan Pasca Panen......................................................................................
              Panen..........................................................................................................
              Pasca Panen................................................................................................
Daftar Pust................................................................................................................



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Sejarah Perkembangan Hidroponik
 


Sejarah hidroponik bisa dibilang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, seperti  diketahui  Babylon yang merupakan negara di Mesopotamia kuno, peninggalannya yang tersisa sekarang adalah sebuah kota kecil antara sungai efrat dan sungai tigris sekitar 85 km sebelah selatan kota Baghdad, Irak. Pada masa kekaisaran Babilonia di kota tersebut terdapat sebuah taman yang dikenal dengan sebutan “taman gantung” atau “hanging garden” yang dibuat kira-kira tahun 600 SM. Taman gantung ini adalah merupakan  hadiah dari Raja Nebukadnezar II untuk istri tercintanya bernama Amytis, yang juga sebagai permaisuri. Taman gantung ini dibuat secara bertingkat dan tidak semuanya menggunakan media tanah sebagai media tanam, luas dari taman ini diperkirakan sekitar 16187.44 m². Taman gantung ini juga telah masuk sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia.

            Seperti halnya Babylon, negeri Cina juga telah mencoba menerapkan cara bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah sebagai media tanam. Cina telah menerapkan teknik bercocok tanam yang dikenal dengan “taman terapung”. Bahkan di Mesir, Cina dan India juga sudah menerapkan cara bercocok tanam yang tidak menggunakan tanah sebagai media tanam, mereka sudah menggunakan pupuk organik yang mereka gunakan sebagai supply bahan makan untuk tanaman yang mereka tanam di dalam bedengan pasir yang terletak di tepi sungai. Cara bercocok tanam seperti ini dikenal dengan istilah “river bed cultivation”.






            Istilah hidroponik (hydroponic) lahir sekitar tahun 1936 yang dikemukakan oleh  W.A Satchell. Kemudian   DR. WF. Gericke, seorang agronomis dari Universitas California. ini melakukan percobaan dan penelitian dengan menanam tomat di dalam bak yang berisi mineral sehingga tomat tersebut mapu bertahan hidup dan dapat tumbuh sampai ketinggian 300 cm juga memiliki buah yang lebat. Sebelumnya beberapa ahli patologis tanaman juga melakukan percobaaan dan penelitian untuk dapt melakukan bercocok tanam tanpa media tanah sebagai media tanam, sehingga pada masa itu bermunculan istilah-istilah : “nutri culture”, “water culture”, ”gravel bed culture”, dan istilah “solution cilture”.

            Penemuan besar ini telah menjadi trend di abad 20, karena bercocok tanam dengan cara hidroponik dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk ibu rumah tangga sekalipun yang gemar bertanam tanam hias. 
Bisa juga kita lihat, pada kisaran tahun 1950 ketika Jepang dbombardir dengan bom atom oleh sekutu yang membuat tanah di negara Jepang menjadi kering dan tandus. Negara Jepang juga menerapkan system bercocok tanam dengan teknik Hidroponik. Irak, Bahrain dan negara-negara gurn pasir juga telah menerapkan cara bercocok tanam dengan teknik hidroponik, karena tanah di negara-negara tersebut hanya berupa gurun pasir yang tandus.



1.2  SEJARAH  PERKEMBANGAN TANAMAN BAYAM (Amaranthus sp)

Bayam merupakan tanaman sayuran yang dikenal dengan nama  ilmiah Amaranthus sp. Kata "amaranth" dalam bahasa Yunani berarti "everlasting" (abadi). Tanaman bayam berasal dari daerah Amerika tropik. Tanaman bayam semula dikenal sebagai tumbuhan hias. Dalam perkembangan selanjutnya. Tanaman bayam dipromosikan sebagai bahan pangan sumber protein, terutama untuk negara-negara berkembang. Diduga tanaman bayam masuk ke Indonesia pada abad XIX  ketika lalu lintas perdagangan orang luar negeri masuk ke wilayah Indonesia.

             Tanaman bayam merupakan salah satu jenis sayuran komersial yang mudah diperoleh disetiap pasar, baik pasar tradisional maupun pasar swalayan.Harganyapun dapat terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.Tumbuhan bayam ini awalnya berasal dari negara Amerika beriklim tropis, namun sekarang tersebar keseluruh dunia.Hampir semua orang mengenal dan menyukai kelezatannya.Rasanya enak, lunak dan dapat memberikan rasa dingin dalam perut dan dapat memperlancar pencernaan.Umumnya tanaman bayam dikonsumsi bagian daun dan batangnya.Ada juga yang memanfaatkan biji atau akarnya sebagai tepung, obat, bahan kecantikan, dan lain-lain.Ciri dari jenis bayam yang enak untuk dimakan ialah daunnya besar, bulat, dan empuk.Sedangkan bayam yang berdaun besar, tipis diolah campur tepung untuk rempeyek.

     Klassifikasi botani tanaman bayam adalah sebagai berikut :
Kingdom                   : Plantae
Divisi                        : Magnoliophyta
Class                         : Magnoliopsida
Ordo                         : Caryophyllales
Family                      : Amaranthaceae
Subfamily                : Amaranthoideae
Genus                       : Amaranthus
Spesies                     : Amaranthus sp









JENIS-JENIS TANAMAN BAYAM
            Bayam yang  dikenal oleh masyarakat indonesia ternyata punya aneka jenis, dan punya fungsi yang berbeda dalam kuliner. Berikut ini bayam-bayam yang dibedakan menjadi empat jenis,yaitu :
Bayam Petik/ Bayam Kakap (A. hybridus)
Bayam  petik banyak tumbuh secara liar di halaman, terutama di pedesaan. Tanamannya tegak dan bisa besar hingga setinggi dua meter,   tanaman ini hanya dipetik daunnya saja, dan terus dibiarkan tumbuh. Daunnya pun jauh lebih tebal dan besar dari bayam yang banyak ditemui di pasar dan biasanya hanya daun mudanya saja yang dipetik dan digunakan untuk lalapan, tumis bayam dan juga untuk bahan keripik bayam.
Bayam Cabut (A. tricolor)
            Disebut bayam cabut karena memang tanaman ini dipanen dengan cara dicabut seakar-akarnya, dan dijual dalam bentuk demikian pula. Batangnya yang lunak juga bisa dimasak karena tanaman ini jauh lebih kecil dari bayam petik, dan masa tanamnya paling lama 25 hari. Ada yang berwarna hijau dan merah, yang pastinya sangat tinggi antioksidan.

Bayam Duri (A. spinosus )
            Tanamannya mirip bayam petik namun nampak lebih kurus karena daunnya yang berbentuk agak runcing dan tidak lebat. Di pangkal cabang-cabangnya juga terdapat duri-duri sehingga disebut juga dengan bayam duri. Dilihat dari tanamannya, bayam yang satu ini memang bukan untuk dimasak, tapi lebih untuk obat alternatif. Bayam duri ampuh untuk mengatasi demam, eksim, bisul, TBC, sakit tenggorokan dan banyak lagi.
Bayam Itik (A. blitum)
            Jenis bayam ini memiliki daun yang lebih kecil dan lebih halus sehingga disebut juga dengan bayam kotok, karena memang cocok sekali untuk dimasak sebagai 'kotokan' (masakan sayur dengan santan di Jawa). Ciri khasnya adalah lebar daun yang terlihat lebih kecil dari bayam cabut, dan pada tanamannya pun daun-daun ini tidak bisa sangat besar sehingga nampak berbeda dengan tanaman bayam  lainnya

BAB II
 ISI
2.1 PROSES PENYEMAIAN/PEMBIBITAN
Persemaian  (Nursery) adalah tempat atau areal untuk kegiatan memproses benih (atau bahan lain dari tanaman) menjadi bibit/semai yang siap ditanam di lapangan. Kegiatan di persemaian merupakan kegiatan awal di lapangan dari kegiatan penanaman karena itu sangat penting dan merupakan kunci pertama di dalam upaya mencapai keberhasilan penanaman. Penanaman benih ke lapangan dapat dilakukan secara langsung (direct planting) dan secara tidak langsung yang berarti harus disemaikan terlebih dahulu di tempat persemaian. Penanaman secara langsung ke lapangan biasanya dilakukan apabila biji-biji (benih) tersebut berukuran besar dan jumlah persediaannya melimpah. Meskipun ukuran benih besar tetapi kalau jumlahnya terbatas, maka benih tersebut seyogyanya disemaikan terlebih dulu.
maka hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahap pembibitan antara lain :
1.      Gunakan benih dengan viabilitas tinggi (daya kecambah mencapai 90%)
2.      Berikan perlakuan pada benih (seed treatment)
3.      Penyimpanan benih pada suhu 10°C dan kelembaban 40%. Benih dapat bertahan hingga beberapa tahun.
4.      Penyimpanan benih pada suhu ruangan (misalnya laci meja). Benih akan bertahan selama 3 bulan saja.

2.2 Alat dan Bahan
       a. Alat :
          - Polybag                     4 buah
          - Sekop kecil                1 buah
          - Sarung tangan            2 pasang
b. Bahan :
- Benih/bibit bayam                                                                30 (15/polybag)
- Media tanam (arang sekam padi)                                          Secukupnya
- Pupuk kandang (kotoran kambing yang sudah kering)        Secukupnya








2.3 Langkah Kerja
1.      Menyiapkan alat dan bahan.
2.      Menyiapkan benih yang akan disemai.
3.      Mencampur media arang sekam dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.
4.      Memasukkan media tanam yang sudah tercampur kedalam polybag hingga terisi setengah bagian.
5.      Menyiram media tanam dengan air hingga air menetes dari lubang polybag.
6.      Menaburkan benih keatas media tanam hingga merata.
7.      Menutupi benih yang sudah ditabur tadi dengan pasir halus (tipis saja).
8.      Menyiram media 2-3 kali sehari agar tidak kering.
9.      Mengamati perubahan yang terjadi pada benih (misalnya pertumbuhan benih mulai dari kecambah hingga pindah tanam).


2. 4 PROSES PINDAH TANAM/PENANAMAN

Pemindahan/penanaman bibit berupa semai dari persemaian ke lapangan dapat dilakukan
setelah semai-semai dari persemaian tersebut sudah kuat (siap ditanam), misalnya untuk tanaman bayam atau Amaranthus sp  umur semai 7 - 14  hari. Pengadaan bibit/semai melalui persemaian yang dimulai sejak penaburan benih merupakan cara yang lebih menjamin keberhasilan penanaman di lapangan. Selain pengawasannya mudah, penggunaan benih-benih lebih dapat dihemat dan juga kualitas semai yang akan ditanam di lapangan lebih terjamin bila dibandingkan dengan cara menanam benih langsung di lapangan.

2.5 Alat dan Bahan
     a. Alat :
            - Sekop kecil                1 buah
            - Bambu                       1 meter
            - Ember                                    1 buah
            - Benang nylon                        2 meter
            - Gunting                     1 buah
            - Handspreyer                 1 buah





     b. Bahan :
            - Media arang sekam padi        Secukupnya
            - Bibit bayam                           Siap pindah tanam
            - Air                                         Secukupnya
            - Ekstrak daun nimba               100 mL

2.6 Langkah Kerja

1.    Menyiapkan alat dan bahan.
2.    Membersihkan media yang akan digunakan untuk pindah tanam.
3.    Menyiram tanaman hingga jenuh sebelum diangkat dari tempatnya.
4.    Memilih bibit yang baik dan memisahkan bibit yang buruk.
5.    Mengeluarkan bibit dari polybag dengan cara menggunting bagian samping polybag.
6.    Membuat lubang pada media tanam baru dengan sekop kecil.
7.    Menanam bibit beserta sedikit sekam yang masih menempel pada akar bibit kedalam lubang media tanam.
8.    Meratakan media tanam baru dengan sekop kecil. Kemudian memasang bilah bambu pada bibit bayam agar tidak rebah.
9.    Menyiram bibit sekali lagi hingga jenuh.
10. Menyemprotkan ekstrak daun nimba.

















2.7 PROSES PERAWATAN/PEMELIHARAAN
Proses Perawatan/Pemeliharaan
Proses perawatan/pemeliharaan sangatlah penting dilakukan jika menginginkan tanaman ataupun hasil panen yang baik. Apabila tanaman tidak dirawat, maka tanaman akan mudah terserang hama penyakit dan mati. Berikut ini adalah beberapa macam proses perawatan/pemeliharaan tanaman.
1.      Penyiraman
Penyiraman adalah proses pemberian air untuk tanaman secara periodik. Proses penyiraman ini dilakukan selama pertumbuhan tanaman. Waktu yang tepat untuk melakukan penyiraman adalah pada pagi dan sore hari (pagi pukul 06.00 sd 09.00 dan sore pukul 15.00 sd 17.30).
2.      Pembubunan
Proses penyiraman secara terus-menerus mengakibatkan media tanam menjadi terkikis oleh air. Hal itu akan memicu munculnya/terlihatnya akar di permukaan tanah sehingga perlu dilakukan pembubunan. Pembubunan adalah proses penimbunan media tanam baru keatas akar tanaman yang mulai terlihat di permukaan tanah.
3.      Pemupukan
Pemupukan adalah proses pemberian zat-zat yang dibutuhkan tanaman yang bertujuan agar tanaman menjadi lebih subur. Pemupukan dapat dilakukan dengan pupuk organik ataupun kimiawi, tergantung pada zat yang diperlukan oleh tanaman tersebut.
4.      Penjarangan
Semakin lama, tanaman akan semakin tumbuh dan berkembang. Tanaman akan memerlukan tempat yang lebih luas lagi.  Dengan begitu, diperlukan proses penjarangan. Penjarangan adalah proses pemindahan tanaman yang terlalu rapat dan pencabutan tanaman yang buruk/mati agar media tanam menjadi agak luas.
5.      Pemangkasan
Pemangkasan adalah proses pengurangan daun-daun yang terlalu rimbun dan mudah tidak efektif untuk proses fotosintesis. Apabila dedaunan ini tidak dipangkas, maka daun ini hanya akan menjadi beban bagi tanaman saja karena sudah tidak mampu menghasilkan zat makanan.
6.      Pewiwilan
Proses mengurangi tunas air yang tumbuhnya keatas dan bukan kesamping dinamakan pewiwilan. Jika proses ini tidak dilaksanakan, maka tunas air ini akan tumbuh menjadi batang baru dan bukan batang induk.




7.      Pemasangan Alas Karung Goni
Pemasangan alas karung goni adalah pemberian alas pada tanaman apabila lantai media tanam terbuat dari tanah. Pemasangan alas bertujuan agar media tanam tidak ditumbuhi rumput/tanaman liar.
8.      Penaungan
Proses pemberian atap berupa paranet atau plastik UV agar tanaman terhindar dari sinar matahari secara langsung ataupun terkena air hujan.
9.      Pemasangan Benang Lanjaran
Arang sekam padi sebagai media tanam memiliki sifat ringan dan porus, hal ini membuat akar tanaman tidak bisa dicengkeram dengan kuat dan menyebabkan tanaman mudah rebah. Agar tanaman tidak rebah, diperlukan pemasangan benang lanjaran. Pemasangan benang lanjaran adalah proses pemberian benang pada batang tanaman agar tanaman tidak rebah.
10.  Pengajiran/Pelanjaran
Pengajiran untuk menghindari agar tanaman tomat tidak rebah dan memudahkan pemeliharaan. Ajir dipasang pada saat tanaman berumur 1 bulan atau tanaman mencapai tinggi kira-kira 40 cm. Ajir yang dapat digunakan misalnya bambu atau tali.
11.  Pembersihan
Adalah proses membersihkan lingkungan sekitar tanaman dengan cara mencabuti rumput-rumput yang ada ataupun dengan cara membersihkan dedaunan yang berjatuhan.
12.  Penyulaman
Penyulaman adalah mengganti tanaman yang mati atau pertumbuhannya tidak baik. Penyulaman dilakukan bila ada tanaman yang mati atau pertumbuhannya kurang baik. Penggantian tanaman harus dengan tanaman yang subur pertumbuhannya dan seumur dengan tanaman yang diganti.
13.  Pemberian ZPT
Pemberian ZPT adalah proses pemberian zat rangsangan pada tumbuhan agar tanaman cepat tumbuh. Selain itu, ZPT juga dapat merangsang pembuangan, memperkuat bunga agar tidak mudah rontok, dan mempercepat pematangan buah.
14.  Pemberantasan Hampen
Pemberantasan hampen atau hama penyakit adalah proses pengurangan dan menghilangkan hama dan penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Pemberantasan hama dan penyakit dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan pestisida organik pada daun tanaman atau mematikannya langsung (jika hama itu seekor ulat)



BAB III
PENUTUP

3.1 PANEN
Panen merupakan pekerjaan akhir dari budidaya tanaman (bercocok tanam),
tapi merupakan awal dari pekerjaan pascapanen, yaitu melakukaan persiapan untuk
penyimpanan dan pemasaran. Komoditas yang di panen tersebut selanjutnya akan
melalui jalur-jalur tataniaga, sampai berada di tangan konsumen. Panjang pendeknya
jalur tataniaga tersebut menentukan tindakan panen dan pascapanen yang bagaimana
yang sebaliknya dilakukan. Pada dasarnya yang dituju pada perlakuan panen adalah
mengumpulkan komoditas dari lahan penanaman, pada taraf kematangan yang tepat,
dengan kerusakan yang minimal, dilakukan secepat mungkin dan dengan biaya yang
“rendah”.

3.2 PASCA PANEN
Pasca panen merupakan suatu kegiatan yang meliputi pembersihan, pengupasan, sortasi, pengawetan, pengemasan, penyimpanan, standarisasi mutu, dan transportasi hasil budidaya pertanian.
Pengertian penanganan pasca panen :
1.      Pengangkutan
Pengangkutan adalah proses setelah buah bayam dipanen. Setelah dipanen, bayam akan diangkut menuju ke pengepul buah bayam dan setelah itu akan di sortir.
2.      Sortasi yaitu pemisahan komoditas yang layak pasar (marketable) dengan yang
tidak layak pasar, terutama yang cacat dan terkena hama atau penyakit agar tidak
menular pada yang sehat.
3.       Pencucian (washing)  yaitu  membersihkan kotoran yang menempel dan memberi kesegaran pada tanaman bayam. Selain itu dengan pencucian juga dapat mengurangi residu pestisida dan hama penyakit yang terbawa. Pencucian disarankan menggunakan air yang bersih, penggunaan desinfektan pada air pencuci sangat dianjurkan.
       Grading
Grading adalah pemilahan berdasarkan kelas kualitas. Tujuan dari tindakan grading ini
adalah untuk memberikan nilai lebih ( harga yang lebih tinggi) untuk kualitas yang
lebih baik. Standard yang digunakan untuk pemilahan (kriteria ) dari masing-masing
kualitas tergantung dari permintaan pasar.
   
5.      Pengepakan/pengemasan/pembungkusan
Pengemasan adalah proses pemberian wadah/bungkus setelah tomat disortir dan dibersihkan. Proses pengemasan harus semenarik mungkin agar konsumen tertarik dengan hasil panen
Pemasaran
Pemasaran adalah proses terakhir dalam pasca panen. Pemasaran dapat dilakukan di pasar-pasar tradisional, swalayan, ataupun di lingkungan sekitar rumah.

































DAFTAR PUSTAKA
Rahayu, Sri. 2012. Buku Panduan Praktik Budidaya Tanaman Sayuran dan Buah Hibrida
Dengan Sisitem Hidroponik. Sribhawono.

Sumber Lain :
Anonymousa, 2011. http://id.wikipedia.org/wiki/Panen.
http://sejarah-baym.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar